Tips Cara Irit Makan Sehat Untuk Anak Kost

Diposkan oleh Anonymous on Saturday, May 2, 2015

Tips Cara Irit Makan Sehat Untuk Anak Kost


Anak kos, entah itu yang terpaksa kos karena harus sekolah, kuliah maupun bekerja, sering diidentikkan dengan kurang gizi, atau salah gizi. … .. 

Rentang waktu antara tahun 1998 hingga 2002, saat saya harus ngekos karena kuliah di surabaya sementara orangtua di Situbondo, bersyukur (rasanya) saya enggak harus termasuk yang kurang gizi atau salah gizi itu. Insignificant, meski saya terkadang masih maag atau pusing saat kacapekan, tapi alhamdulillah enggak sampai sakit semacam thypus dan semacamnya. 

Bukan karena ortu saya kaya dan bisa memberi uang saku berlimpah. Lha wong waktu bokap meninggal tahun 98 awal saya kuliah dan itu susah-susahnya kondisi ekonomi negara kita dan keluarga saya juga. Tapi bersyukur ibu menanamkan kebiasaan makan sehat sejak kecil. Setiap hari harus makan banyak sayur dan waktu itu sesekali juga makan buah. 

Nah, untuk adik-adik mahasiswa, dan teman-teman yang entah karena alasan apa masih harus ngekos saya menuliskan ini, agar name anak kos tidak menjadi pembenaran untuk menyandang predikat kurang gizi atau salah gizi. Ha..ha… .punteeen, jangan ada yang tersungging et tersinggung yak. Ini saya tulis berdasar pengalaman aja. Dan saya menulis atas dasar rasa sayang pada Anda yang kebetulan membaca blog ini dan berstatus sebagai anak kos. Ini dia beberapa kiat saya tetap makan bergizi dengan bajet yang pas-pasan. 

Insignificant Protein Hewani Tak Masalah 

Kalau Anda mengandalkan warteg atau kantin atau apapunlah namanya, pasti harga makanan yang berupa protein hewani itu mahal. Iya nggak ? Sepotong daging rendang harganya berkisar 8-10 rb kalau di warung padang langganan saya. Sepotong tempe goreng? Palingan hanya seribu dua ribu. 

Nah, ini trap saya banget. Tahun 98 sampai awal 2000-a, saya mengandalkan kecukupan gizi pada beberapa warung makan di sekitaran keputih, dekat kampus ITS. Menu Andalan waktu itu, biasanya nasi 1 porsi, 2-3 macam sayur, tahu atau tempe atau lauk nabati lainnya. Demage cost? Hanya di bawah seribu limaratus perak. Muahahaha… . Puasss ! Gracious ya, sayurnya salah satunya biasanya saya pilih dari jenis kacang-kacangan atau polong-polongan, misal oseng buncis or kacang panjang. Maksudnya? Ya biar dapet ekstra protein lah! Kan eyke waktu itu masih dalam masa pertumbuhan. Wkwkwk. 

Tips Cara Irit Makan Sehat Untuk Anak Kost


Sesekali, menu ganti dong. Lontong sayur atau lontong pecel yang harganya hanya seribu perak sebungkus. Enak, tur murah. Gizi? Masih dapetlah, wong sayurnya segambreng. Gado-gado juga bisa menjadi pilihan menu sehat dan murah. Jangan lupa in addition to bisikin penjualnya, "banyakin sayur, lontongnya dikit aja. Ha..ha… .pesan spesyellll 

Mungkin ada yang protes, yaaaa…  itu kan dulu sekarang lain dong harganya. Ya pastilah, tapi saya lihat apdetan temen-temen FC-ers yang sering mengandalkan warteg, tetap saja harganya murah kok. Untuk harga di Jakarta dan sekitarnya, dengan menu yang saya sebut di atas itu masih ada yang hanya 6 ribu rupiah saja. Nah! Apa masih kurang murah? Ha..ha…  

Jangan risau hanya karena kurang protein hewani. Percayalah, tubuh kita tak membutuhkan protein hewani sebanyak yang kita kira. Dua atau tiga kali makan rpotein hewani dalam seminggu, sudah bagus kok. Asal sayur… sayur… dan sayur, jangan sampai kurang ya. 

Jangan Lupakan Buah 

Jangankan makan buah, bisa makan teratur aja udah syukur! Secara lagi nge-kos bo! Mungkin ada yang berkilah demikian. Iyalah, saya paham kesibukan anak kuliahan dan kerempongan anak kos kalau harus makan perfect. Tapi, semuanya back to niat. Kalau kita dah niat sehat, pasti dilakukan juga kan meski sedikit rempong. 

Nah, untuk buah, bisa beli di pasar tradisional atau market terdekat. Beli buah lokal yang lagi musim, biar murah. Jauh dari pasar atau general store? Mungkin ada gerobak buah atau rujak. Nah, beli buah di abang rujak, tanpa bumbu ya. 

Di tempat kost enggak ada kulkas? Jadi alesan buat enggak makan buah? Rugi besaaaar. Lha wong beberapa jenis buah tropis emang enggak perlu disimpan di kulkas kok. Asal enggak kelamaan nyimpennya ya, 3-4 hari amanlah di ruangan asal enggak kena sinar matahari langsung atau panas. Jadi buah seperti jeruk manis, salak, pisang, bisa Anda simpan tanpa perlu lemari pendingin. 

Saya beruntung dulu ada bakul buah di dekat tempat kos. Seiris besar pepaya/melon/semangka hanya seharga 250 rupiah saja waktu itu. Sama dengan harga gorengan sebiji. Along these lines, better beli buah daripada gorengan. Ok, hidup ini penuh pilihan kok! 

Minimalisir Aditif 

Meski ngekos, dulu saya termasuk pilih-pilih. Makanan semacam bakso, yang umumnya sarat bahan aditif, biasanya Cuma saya makan sesekali saja. Begitu juga dengan nasi goreng, mie goreng yang sarat aneka saus dan MSG juga hanya sesekali. saya lebih sreg mengkonsumsi makanan seperti menu di rumah. Dan biasanya saya pilih-pilih warung. Kalau ada warung yang rasa MSG nya cukup menyengat, biasanya saya tak akan jadikan warung langganan. 

Mie instan? Saya masih konsumsi waktu itu. Tapi hanya sesekali. Andalan kalau sewaktu-waktu pas sulit atau nggak sempat keluar cari makanan. Itupun, bumbunya biasanya hanya saya pakai sebagian. Dan kalau sempat membeli, biasanya saya tambahkan sayuran. 

Kalau Sempat, Masak Sendiri 

Waktu jadwal kuliah sudah tidak terlalu padat, dulu saya dan teman-teman satu kos mulai memasak sendiri makanan kami. Kami urunan membeli peralatan dapur yang murah aja. Menu yang kami masak juga sederhana, namanya juga baru belajar. Menu withering sering ya lalap-lalapan, sayur asam, oseng-oseng, sup. Keuntungannya, selain jatuhnya lebih murah dan sehat, bisa makan sayur banyak-banyak, juga kami jadi trampil memasak. Wah, itu aptitude berharga banget lo. Setelah kami berkeluarga dan menjadi ibu, enggak gagap lagi urusan dapur. 

Kadang kami masak agak istimewa, tapi tetep mudah misalnya capcay. Wahhhh puas banget bisa makan banyak sayur dengan harga supermurah. Dan asyikknya itu lo, bisa belanja, masak dan makan ramai-ramai. Itu menjadi kenangan indah yang sampai sekarang tetap dikenang. 

Urusan Minuman 

Kalau soal menghidrasi tubuh, pilihan kami ya pakai galon. Tapi yang isi asli dari pabrikan ya, bukan di depo isi ulang. Menurut kami sedikit mahal, tapi lebih terjamin. Kalau untuk urusan minuman yang sifatnya rekreatif, nom de plume cuma buat nyenengin diri sebenernya enggak ada manfaat sehatnya, seperti misal minum es ini-itu, batasi saja! lumayan bisa memangkas anggaran sekian ribu rupiah every gelasnya. Iya kan? Biasakan membawa bekal air minum ke tempat kerja atau ke kampus. Kalau perlu temperament sponsor dengan kopi atau teh, saya memilih membuat sendiri. Bikin teh atau kopi sendiri di kos-an. Enggak repot kok. Daripada beli? 

Nah, itu Tips Cara Irit Makan Sehat Untuk Anak Kost yang saya tulis berdasar pengalaman saya seputar urusan makan dikala kos. Jadi sebenarnya enggak ada alasan anak kos kurang/salah gizi. Hidup ini penuh pilihan.
Kami akan sangat berterima kasih apabila anda menyebar luaskan artikel Tips Cara Irit Makan Sehat Untuk Anak Kost ini pada akun jejaring sosial anda, dengan URL : https://lifeteknobiz.blogspot.com/2015/05/tips-cara-irit-makan-sehat-untuk-anak.html

Bookmark and Share

0 komentar... Baca dulu, baru komentar

Post a Comment